7 Cara Melaporkan Kecurangan Pemilu, Pahami Contoh Pelanggaran dan Penanganannya

Azonemusic, Jakarta – Pentingnya pemilu yang bersih dan adil menjadi landasan kokoh bagi demokrasi yang sehat. Dalam beberapa kasus, kecurangan pemilu dapat merusak integritas proses demokrasi. Kecurangan pemilu melibatkan pelanggaran berbagai undang-undang, seperti politik uang, intimidasi pemilih, atau manipulasi hasil pemungutan suara. Salah satu cara efektif untuk memberantas korupsi ini adalah dengan memahami dan menggunakan metode yang ada dalam melaporkan kecurangan pemilu.

Bagaimana mendefinisikan kecurangan pemilu sangat penting untuk menjaga integritas pemilu. Menurut pernyataan itu, masyarakat berperan aktif dalam memantau dan mendeteksi aktivitas curang yang dapat merugikan demokrasi.

Perlakuan terhadap tindak pidana pemilu seperti kecurangan diatur dalam Pasal 2(b) Perma 1/2018 yang memberikan kewenangan kepada Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus tindak pidana pemilu. Prosedur ini dimulai setelah Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) atau Panwaslu (Komisi Penyelenggara Pemilu) menyatakan perbuatan tersebut disangkakan sebagai tindak pidana pemilu dan Pengadilan Negeri menerapkan KUHAP (kecuali ditentukan lain dalam KUHAP).

Oleh karena itu, dalam proses menjaga integritas pemilu, mengetahui cara melaporkan kecurangan pemilu merupakan alat yang efektif dalam mencegah aktivitas kecurangan. Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi mengenai proses pelaporan melalui situs internet khusus, aplikasi, atau Pusat Pemantauan Pemilu. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan penyimpangan pemilu dapat menciptakan iklim transparansi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Selasa (20 Februari 2024), Azonemusic mendalami cara melaporkan kecurangan pemilu dan contoh kecurangan atau penyimpangannya.

Cara melaporkan kecurangan pemilu melalui Laporan SiGap Bawaslu adalah sebagai berikut: Kunjungi website Bawaslu Laporan SiGap: Pertama, kunjungi website Laporan SiGap Bawaslu dengan menggunakan sigaplapor.bawaslu.go.id. Pastikan Anda memiliki koneksi internet yang stabil dan perangkat yang dapat mengakses website. Pilih kategori kejahatan: Setelah masuk ke situs web, pilih kategori pelanggaran pemilu yang ingin Anda laporkan. Bawaslu biasanya menawarkan kategori yang mencakup berbagai aspek pemilu, seperti kampanye, pemilih, atau logistik. Lengkapi formulir laporan: Lengkapi formulir laporan yang memberikan informasi akurat dan lengkap. Formulir tersebut biasanya memuat rincian pelanggaran, tempat kejadian, pihak-pihak yang terlibat, dan bukti pendukung seperti foto atau video. Unggah bukti pendukung: Sertakan bukti pendukung dalam laporan Anda. Bisa berupa foto, video atau dokumen yang memperkuat kasus kejahatan yang Anda laporkan. Otentikasi: Beberapa situs web menyertakan sistem otentikasi untuk memastikan laporan berasal dari pihak yang sah. Pastikan Anda mengikuti petunjuk verifikasi yang diberikan. Tinjauan dan Verifikasi: Setelah mengisi formulir dan memasukkan bukti, tinjau informasi yang Anda berikan. Harap pastikan semuanya sudah lengkap dan benar sebelum mengonfirmasi laporan Anda. Pantau proses administrasi: Setelah melaporkan kecurangan, Anda dapat memantau proses administrasi menggunakan website Bawaslu Lapor SiGap. Beberapa situs web menyediakan nomor referensi atau laporan status yang dapat Anda gunakan untuk melacak perkembangan. Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait: Bila perlu menghubungi pihak-pihak terkait seperti Bawaslu atau instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau memberikan klarifikasi.

Selain melaporkan Bawaslu melalui SiGap, Anda juga bisa langsung menghubungi kantor Bawaslu terdekat atau mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melaporkan langsung kecurangan pemilu. 2. Datang ke kantor Bawaslu

Untuk melaporkan dugaan kecurangan pemilu 2024 secara langsung ke Bawaslu, ikuti langkah-langkah berikut: Siapkan bukti: Sebelum ke kantor Bawaslu, pastikan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung adanya kecurangan tersebut. Bukti tersebut bisa berupa dokumen, video, foto, atau materi lain yang memperkuat klaim Anda. Kunjungi Kantor Bawaslu: Langsung mendatangi Kantor Bawaslu terdekat. Pastikan Anda datang pada hari dan waktu kerja yang telah ditentukan, yaitu pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat pada hari Senin hingga Kamis, dan pukul 08.00 hingga 16.30 waktu setempat pada hari Jumat. Menyampaikan laporan: Setibanya di kantor Bawaslu, temui pejabat atau staf yang bertanggung jawab menerima laporan kecurangan pemilu. Berikan informasi yang jelas dan rinci mengenai dugaan penipuan yang Anda temui atau saksikan. Harap pastikan untuk memberikan bukti yang benar. Proses Investigasi: Setelah menerima laporan Anda, Bawaslu akan memulai proses investigasi atas dugaan penipuan. Tim peninjau akan meninjau bukti-bukti yang diserahkan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut jika diperlukan. Menunggu hasil pemeriksaan: Bawaslu akan melakukan pemeriksaan dalam waktu tujuh hari kerja sejak adanya pelaporan kecurangan pemilu. Saat ini, Anda akan diminta bersabar menunggu hasil proses penyaringan yang dilakukan Bawaslu. Kerjasama dengan petugas pemilu daerah: Jika terjadi kecurangan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Anda dapat melaporkannya kepada petugas pemilu daerah (PPL) atau panitia penyelenggara pemilu daerah (panwascam). Pastikan untuk memberikan bukti yang kuat agar laporan Anda dapat dilacak dengan benar. Memantau sistem pengelolaan: Setelah melaporkan dugaan kecurangan, Anda dapat terus memantau sistem pengelolaan yang dijalankan Bawaslu. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pihak berwenang menanggapi laporan Anda dengan serius dan adil.

Untuk melaporkan dugaan kecurangan pemilu 2024 melalui website Jaga Pemilu, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini: Akses website Jaga Pemilu: Pertama, akses website Jaga Pemilu melalui link jagapemilu.org di komputer Anda dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke internet (mis. laptop). atau ponsel pintar. Mendaftar Sebagai Relawan: Jika Anda ingin menjadi anggota tim relawan Kawal Pemilu, Anda dapat mendaftar menjadi relawan di website. Data para relawan akan diverifikasi oleh tim Kawal Pemilu untuk memastikan validitas dan transparansi informasi. Menyerahkan Formulir C-Hasil TPS: Relawan yang terdaftar di tempat Jaga Pemilu bertanggung jawab menyerahkan Formulir C-Hasil di setiap TPS yang dipantaunya. Hal ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mengawasi proses penghitungan suara. Melaporkan Dugaan Kecurangan Pemilu: Balai Pemilu Jaga juga menyediakan layanan untuk melaporkan dugaan kecurangan pemilu. Masyarakat dapat melaporkan pelanggaran jika mereka melihat kejanggalan dalam konten kampanye, metode kampanye, atau tuduhan penghasutan pada saat pemilu. Informasi Laporan Lengkap: Saat membuat laporan, pastikan untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat tentang dugaan kejahatan yang Anda hadapi. Sertakan bukti pendukung seperti foto, video atau dokumen terkait agar laporan Anda dapat dipertimbangkan dengan baik. Verifikasi Pengaduan: Setelah pelaporan, Tim Pemantau Pemilu akan melakukan verifikasi terhadap pengaduan masyarakat. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan keaslian dan keakuratan laporan yang diterima. Melepaskan laporan: Apabila laporan terbukti benar melalui proses verifikasi, tim Wali Pemilu akan mengumumkan laporan tersebut kepada publik. Ini merupakan langkah transparan yang memungkinkan masyarakat memahami dan memantau dugaan penyimpangan pemilu yang terjadi. Pantau hasil pemantauan: Setelah melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, Anda dapat terus memantau perkembangan dan hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim pemantau pemilu. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga martabat dan integritas proses pemilu.

Dengan berpartisipasi dalam pemantauan pemilu dan melaporkan dugaan kecurangan, masyarakat berperan dalam menjaga demokrasi dan integritas pemilu negara. 4. Area kecurangan pemilu

Cara melaporkan manipulasi pemilu melalui website manipulasi pemilu (kecuranganpemilu.com), ikuti langkah-langkah berikut ini: Akses website manipulasi pemilu: Pertama, akses website manipulasi pemilu melalui URL riggingpemilu.com dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke Internet (misalnya, laptop), komputer atau ponsel pintar. Klik tombol “Laporkan”: Setelah berada di situs, cari tombol atau opsi yang bertuliskan “Laporkan” atau yang serupa. Klik tombol untuk memulai proses pelaporan penipuan pemilu. Mengisi formulir laporan: Setelah mengklik tombol “Laporkan”, Anda akan diarahkan ke halaman formulir laporan. Lengkapi formulir dengan informasi yang diminta, seperti wilayah terjadinya penipuan, jenis penipuan yang Anda saksikan atau alami, kronologi kejadian, dan bukti yang Anda miliki. Kirim laporan: Setelah mengisi formulir laporan dengan lengkap dan benar, klik tombol atau opsi yang mengarahkan Anda untuk mengirimkan laporan. Pastikan untuk memeriksa ulang informasi yang Anda masukkan sebelum mengirimkan laporan Anda. Proses Peninjauan: Setelah Anda menyampaikan laporan, Tim Penipuan Pemilu akan meninjau pengaduan Anda dalam waktu 1 x 24 jam. Tim akan memeriksa keaslian dan keakuratan informasi yang Anda berikan. Tampilan Hasil Laporan: Jika laporan Anda terbukti valid dan didukung oleh bukti yang cukup, maka hasil laporan Anda akan ditampilkan pada peta kecurangan pemilu daerah. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk melihat dan memantau insiden korupsi yang dilaporkan secara publik. Pantau perkembangannya: Setelah Anda melaporkan penipuan, Anda dapat terus memantau situs web penipuan pemilu untuk melihat perkembangan dan hasil laporan Anda. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pihak berwenang mempertimbangkan laporan Anda.

Cara melaporkan kecurangan pemilu melalui website Kawal Pemilu, langkah-langkah dan petunjuk detailnya sebagai berikut: Buka website Kawal Pemilu: Pertama, kunjungi website Kawal Pemilu dengan memasukkan URL kawalpemilu.org pada web browser Anda. Website ini memberikan masyarakat pemantauan online terhadap pelaksanaan dan penghitungan hasil pemilu di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indonesia. Pilih lokasi TPS: Setelah masuk ke situs, Anda akan diminta memilih provinsi tempat pemantauan TPS. Selanjutnya, pilih kabupaten atau kota, jalan, kabupaten atau desa, dan TPS yang ingin Anda kelola. Langkah ini memastikan Anda memahami proses pemungutan suara yang berlangsung di wilayah Anda. Unggah foto formulir C-PPWP Anda: Jika TPS di wilayah Anda tidak diawasi oleh petugas pemilu, atau jika belum ada yang mengunggah foto hasil pemilu Anda, Anda dapat mengklik tombol “Unggah Foto” untuk mengunggahnya sendiri. Pastikan foto terlampir memuat hasil akhir setiap pasangan calon pada formulir C-PPWP. Proses Verifikasi oleh Tim Kawal Pemilu: Setelah Anda mengunggah foto formulir C-PPWP Anda, tim Kawal Pemilu akan melakukan verifikasi dan pengecekan terhadap data yang Anda unggah. Mereka membandingkan foto yang diunggah, hasil jajak pendapat, dan TPS dengan data sebenarnya. Transparansi partisipasi masyarakat: Kawal Pemilu mengandalkan partisipasi masyarakat untuk mengunggah foto TPS di seluruh Indonesia. Semakin banyak orang yang terlibat dalam penyerahan foto, maka proses pemilu akan semakin transparan. Cek Perkembangannya: Setelah Anda mengunggah foto dan mengikuti proses pemantauan pemilu, Anda dapat terus memantau website Kawal Pemilu untuk melihat perkembangan dan hasil unggahan Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk berpartisipasi aktif dalam memantau integritas pemilu di negara Anda. 6. Tepati janji Anda

Untuk melaporkan kecurangan pemilu melalui website Jaga Suaramu (jagaduniamu.id), ikuti langkah berikut: Akses website Jaga Suaramu: Pertama, akses website Jaga Suaramu dengan memasukkan URL jagaduniamu.id di web browser Anda. Website ini merupakan forum publik untuk pelaporan tata kelola, kode etik, tindak pidana dan pelanggaran lainnya selama masa pemilu. Pilih jenis pelanggaran yang akan dilaporkan: Setelah berada di Situs, Anda akan mempunyai kesempatan untuk memilih jenis pelanggaran yang akan dilaporkan, seperti pelanggaran peraturan, etika, kriminal, atau perilaku ilegal lainnya. Pilih jenis pelanggaran yang paling sesuai dengan penipuan yang Anda terima atau saksikan. Lengkapi formulir laporan: Setelah memilih jenis pelanggaran, Anda akan diminta untuk melengkapi formulir laporan dengan informasi yang relevan dan akurat tentang penipuan yang ingin Anda laporkan. Pastikan Anda memberikan informasi yang jelas dan ringkas agar laporan Anda dapat diikuti dengan baik. Sertakan Bukti: Menyertakan bukti pendukung seperti dokumen, foto, video, atau materi lainnya yang dapat mendukung klaim penipuan yang dilaporkan. Bukti ini penting bagi proses pihak berwenang dalam memverifikasi dan menangani pelanggaran. Klik tombol “Kirim” atau “Kirim”: Setelah mengisi formulir laporan dengan lengkap dan melampirkan bukti, klik tombol “Kirim” atau “Kirim” untuk mengirimkan laporan kecurangan pemilu Anda kepada otoritas pengawas wilayah Jaga Suaramu. Melihat profil calon presiden dan partai: Selain pelaporan, Anda dapat menggunakan situs Save Your Voice untuk melihat detail presiden, wakil presiden, dan partai politik yang mencalonkan diri pada pemilu 2024. Informasi ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik selama pemilu. Pantau prosesnya: Setelah melaporkan penipuan, Anda dapat memantau pemrosesan laporan Anda melalui website Jaga Suaramu. Hal ini penting untuk memastikan laporan Anda diterima dan ditindaklanjuti dengan benar oleh pihak yang berwajib.

Dengan turut serta melaporkan kecurangan pemilu melalui website Jaga Suaramu, masyarakat ikut berperan dalam menjunjung keadilan, transparansi, dan kejujuran dalam proses pemilu.

Cara melaporkan kecurangan pemilu menggunakan aplikasi Warga Jaga Suara, berikut langkah-langkahnya: Download dan Install: Pertama, download dan install aplikasi Warga Jaga Suara dari Google Play Store di perangkat Android Anda. Pastikan untuk mengunduh aplikasi resmi dari app store untuk menghindari risiko keamanan. Pendaftaran: Setelah mengunduh aplikasi, Anda harus mendaftar untuk menggunakan fitur yang tersedia. Lengkapi formulir pendaftaran dengan informasi yang diperlukan seperti nama, alamat email, nomor telepon dan informasi lain yang diperlukan. Masuk ke aplikasi: Setelah registrasi berhasil, masuk ke aplikasi menggunakan akun yang Anda buat. Harap pastikan untuk menyimpan informasi login Anda dengan aman untuk penggunaan di masa mendatang. Cek fitur aplikasi: Setelah login, cek fitur yang tersedia di aplikasi Warga Jaga Suara. Fitur-fitur tersebut antara lain: Pelaporan Jajak Pendapat: Fitur ini memungkinkan Anda melaporkan hasil pemungutan suara dari TPS yang diawasi. Pelaporan Kejahatan: Anda dapat menggunakan fitur ini untuk melaporkan pelanggaran yang Anda lihat atau alami selama pemilu. Saya Berbicara Secara Publik: Ini adalah tempat di mana Anda dapat menyampaikan pendapat atau keluhan Anda mengenai proses pemilu dan politik secara umum. Unggah Foto C1 Plano PPWP: Fitur ini memungkinkan Anda mengunggah foto dokumen C1 Plano PPWP Anda sebagai bukti penghitungan suara di TPS. Laporkan: Jika Anda menemukan penipuan atau ingin melaporkan hasil pemungutan suara ke TPS, silakan gunakan fungsi pelaporan yang sesuai dalam aplikasi. Lengkapi formulir pelaporan, berikan rincian yang jelas dan lengkap, termasuk kemungkinan bukti pendukung. Pantau proses pelaporan: Setelah membuat laporan, Anda dapat memantau proses pelaporan melalui aplikasi. Anda akan menerima pembaruan atau pemberitahuan tentang status laporan Anda dan tindakan tindak lanjut yang diambil oleh pihak yang berwenang. Politik uang: Politik uang adalah praktik memberikan uang atau benda lain kepada pemilih untuk memilih kandidat tertentu. Perilaku seperti itu melanggar prinsip demokrasi, yang seharusnya mengedepankan pilihan berdasarkan pemahaman dan keyakinan. Penggunaan Dana Pemerintah: Penggunaan dana pemerintah atau sumber daya publik juga umum untuk mendukung kampanye kandidat. Hal ini mencakup penggunaan dana publik, lembaga publik, dan program kesejahteraan untuk tujuan politik tertentu. Kampanye hitam: Kampanye hitam adalah penyebaran informasi palsu, fitnah, atau fitnah terhadap lawan politik dengan tujuan merusak citra dan popularitasnya di mata pemilih. Tindakan ini dapat mempengaruhi opini publik dan hasil pemilu. Intimidasi dan Kekerasan: Tindakan intimidasi atau kekerasan yang ditujukan kepada pemilih, saksi, atau pemantau pemilu yang dirancang untuk mengancam atau memaksa mereka untuk memilih atau mengambil tindakan demi kepentingan partai politik tertentu. Merusak hasil pemilu: Merusak hasil pemilu meliputi perubahan formulir hasil pemilu, mengulangi pemungutan suara, merusak prosedur pemungutan suara di TPS, dan cara-cara lain yang dapat mempengaruhi hasil pemilu. Jual Beli Tanda Pengenal Pemilih: Praktek ini melibatkan pembelian atau penjualan tanda pengenal pemilih atau surat suara, yang kemudian digunakan untuk mempengaruhi hasil pemilu secara ilegal. Penggunaan media massa yang tidak tepat: Kelompok tertentu mungkin menggunakan kendali atau pengaruhnya terhadap media untuk secara tidak adil memihak atau memihak kandidat atau partai tertentu. Kecurangan dalam proses pendaftaran pemilih, misalnya pemilih tidak memenuhi syarat, pemilih palsu, atau pemilih ganda, dapat berdampak tidak adil terhadap hasil pemilu. Membatasi akses terhadap informasi: Proses pembatasan akses pemilih terhadap informasi tentang kandidat dan partai politik tertentu dapat mempengaruhi pemilih untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terbatas. Pemaksaan pemilih: Pemaksaan pemilih terjadi ketika seorang pemilih dipaksa atau dipaksa untuk memilih kandidat atau partai tertentu melalui ancaman atau janji dukungan. Gangguan Pemilu: Terganggunya perencanaan pemilu, termasuk menunda atau menghalangi penyerahan surat suara, lembar hasil pemungutan suara, atau materi lainnya ke TPS untuk tujuan tertentu yang dapat mengganggu proses pemungutan suara dan penghitungan suara secara adil dan transparan. .

Tindakan kriminal atau penipuan ini dapat merusak kepercayaan dan keyakinan masyarakat terhadap proses demokrasi dan pemilu. Penegakan hukum yang adil dan transparan serta partisipasi masyarakat yang efektif dalam memantau proses pemilu sangat penting untuk mencegah dan mengambil tindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut.

TPS Khusus RSCM Bantu Nakes Hindari Golput pada Pemilu 2024

Azonemusic, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mendirikan tempat pemungutan suara (TPS) khusus di Rumah Sakit Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM).

TPS ini dirancang untuk memudahkan petugas kesehatan (minoritas), pasien dan keluarganya dalam menggunakan hak pilihnya.

Salah satu petugas laboratorium RSCM, Novi Angraini mengatakan, keberadaan TPS ini membantu mereka untuk memboikot kelompok atau kelompok kulit putih.

Sederhana sekali, sederhana sekali, mungkin kalau di sini tidak ada (TPS) bisa jaga sendiri, kata Novi saat menjawab pertanyaan Lafiya Azonemusic di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). /2024).

Pantang menjadi risiko terbesar Novi karena mudik tidak mungkin dilakukan.

“Karena kita pun tidak mungkin pulang kan, jadi aku terpikir untuk mengambilnya.”

Ini kali pertama Novi mencoblos di Jakarta. Nakes asal Lampung ini mengaku mendapat undangan pemungutan suara dari KPU.

“Saya terima undangan pilihnya, sudah diurus, jadi tinggal pilih saja,” kata Novi saat mengantri untuk memilih di RSCM, Rabu (14/2/2024).

Karena kekhawatiran Novi warga Lampung, ia bisa memilih calon presiden dan pembantunya pada pemilihan umum (pemilu) kali ini.

Untuk bisa memilih, Novi dan tenaga kesehatan lainnya membagi pekerjaannya. Ingat, mereka masih bekerja hari itu.

“Iya bagi-bagi, kita kerja shift, ada pagi, siang, dan malam. Mungkin kalau sore bisa ke sini paginya. Paginya harus ganti penjaga.”

Ia berharap pemilu kali ini dapat dilaksanakan secara efektif dan adil. Dan itu menghasilkan pemimpin yang baik.

“Tentu harapannya benar, tidak ada kecurangan sama sekali, dan saya berharap semua yang terpilih tetap aman, tidak ada lagi kerusuhan setelah pemilu,” ujarnya.

Kemenkes Perketat Tes Kesehatan Antisipasi Petugas KPPS ‘Tumbang’ di Pemilu 2024

Jakarta –

Kementerian Kesehatan RI membeberkan beberapa langkah yang harus diperhatikan agar para pejabat Tim Perencana Pemilihan (KPPS) tetap sehat dalam menjalankan tugasnya. Seperti diketahui, pada Pemilu 2019, anggota KPPS meninggal dunia sekitar 894 orang.

Selain itu, 5.175 anggota KPPS lainnya juga terjangkit penyakit tersebut. Persoalan ini harus diperhatikan agar kejadian serupa tidak terjadi pada pemilu 2024.

Direktur Kesehatan Remaja Departemen Kesehatan, Dr. Nida Rohmawati, MPH, mengatakan ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada anggota KPPS. Salah satu yang utama adalah penyakit atau penyakit yang pernah diderita anggota KPPS sebelumnya.

Oleh karena itu, seleksi dan penjaringan kesehatan calon anggota KPPS menjadi lebih ketat.

“Mayoritas 55 tahun, kita tidak ingin hal ini terjadi lagi di masa lalu, lansia bekerja keras, lebih dari 20 jam, itu berbahaya,” kata dr. Nida di acara Kemencast Cabang. Kesehatan, Senin (5/2/2024).

“Kami berharap, kalaupun ada penyakit, bisa dikendalikan atau bisa dirawat dan diawasi oleh otoritas kesehatan,” lanjutnya.

Jenis penyakit penyerta yang patut diwaspadai adalah darah tinggi, diabetes, stroke, paru-paru dan penyakit lainnya. Selain itu, Dr Nida juga menekankan pentingnya lingkungan hidup di TPS. Pastikan TPS memiliki ventilasi yang baik dan menyediakan kotak sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam kegiatan yang sama, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Dr. Obrin Parulian, MKes, mengatakan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan KPU untuk memilih anggota KPPS dengan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan petugas pemilu dalam keadaan sehat. ketika mereka melakukan pekerjaannya.

“Jika ingin menjadi anggota KPPS, ada pemeriksaan kesehatan dan kesejahteraan, tekanan darah dan gula darah. Bila sudah memenuhi kriteria, maka akan diberikan surat keterangan sehat yang merupakan status menjadi anggota KPPS. -KPPS.,” kata Dr.Obrin.

Selain itu, banyak puskesmas yang bersiaga 24 jam pada pemilu 2024 dengan harapan petugas KPPS akan tumbang saat bertugas.

“Fasilitas kesehatan sedang diinformasikan, dari jumlah petugas yang diperiksa ada rincian jumlah yang berisiko dan kami akan bersiap. Puskesmas sudah kami informasikan dan ada tim dari pusat krisis yang siap. berikan pelayanannya,” kata Dr. Obrin. Saksikan video “Mengingat Pemilu 2019, Inilah Penyebab Ribuan Pejabat KPPS ‘Jatuh’” (avk/kna)